Friday, July 15, 2016

Monumen & Museum PETA (Pembela Tanah Air)


Traveler yang dulu belajar sejarah ingat tidak sama tentara PETA. Tentara PETA atau Pembela Tanah Air adalah kesatuan militer yang dibentuk tentara Jepang pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Nah Museum yang terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 35 Bogor Jawa Barat ini adalah museum yang berisi mengenai sejarah dari tentara PETA yang merupakan cikal bakal dari TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Sejarah singkat


Sebelum menjadi monumen & museum, tempat ini dulunya merupakan gedung yang didirikan oleh tentara KNIL (tentara yang dilatih oleh belanda) sebagai basis pertahanan mereka. Perang dunia ke 2 memnyebabkan Belanda menyerah tanpa syarat kepada tentara Jepang yang mengakibatkan Indonesia diduduki oleh Tentara Jepang. Pada akhir tahun 1942, Jepang mendapat serangan balik dari sekutu. Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh para pemimpin pergerakkan bangsa kita untuk membentuk tentara kebangsaan. Maka pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan Osamu Seirei (Dekrit) No. 44 tahun 1943 lahirlah tentara sukarela PETA. Maka setelah itu jadilah gedung tersebut menjadi markas pelatihan tentara PETA. Adapun beberapa tokoh besar Indonesia yang merupakan alumni dari PETA diantaranya:
  1. Panglima Besar Angkatan Perang RI, Jendral Sudirman
  2. Mantan Presiden RI ke-2, Jendral TNI Purnawirawan H.M Soeharto
  3. Mantan Wakil Presiden RI ke-4, Jendral Purnawirawan Umar Wirahadikusumah
  4. Mantan Panglima Angkatan Darat sekaligus Pahlawan Revolusi Jendral Anumerta Ahmad Yani
  5. Bapak Paskibraka, Brigjen Purnawirawan Latief Hendraningrat
  6. Pahlawan Nasional Soeprijadi, Pemimpin pemberontakkan PETA di Blitar
Inside The Museum

Museum ini terdiri dari 2 area yaitu are museum & area monumen. Sebelum masuk kedalam, Traveler akan melihat dua buah patung yaitu Patung Panglima Besar Jendral Sudirman, Shodancho (Komandan Pleton) Supriyadi Panglima TKR yang memimpin pemberontakkan TKR di blitar serta sebuah prasasti yang bertuliskan "Semasa berkobarnya perang dunia kedua di bumi Pembela Tanah Air ini dilahirkan Jiwa keprajuritan Nasional Indonesia".

Patung Jendral Sudirman
Patung Shodancho Supriyadi
Prasasti PETA
Dari halaman depan, Traveler akan melihat beberapa gambar relief yang terpampang di sepanjang terowongan menuju Monumen didalam. Adapun relief tersebut menggambarkan peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan tentara PETA.

"Pelagaan Ambarawa"
"Peran PETA dalam Proklamasi kemerdekaan RI"











"PETA cikal bakal lahirnya TNI"
"Tokoh-tokoh nasional mantan PETA"












Setelah melihat relief, Traveler akan melihat sebuah monumen besar yang terletak dibelakang gedung museum. Di monumen tersebut terdapat sebuah patung Daidancho (Komandan Batalyon) Sudirman yang diapit oleh 2 buah senjata meriam. Dibelakang patung tersebut terdapat nama-nama dari para tentara PETA.

Monumen PETA
Patung Daidancho Sudirman
Setelah melihat Monumen PETA, sekarang saatnya Traveler menjelajahi museum PETA yang dimulai dari gedung sebelah kiri. Disini, Traveler akan melihat diorama sejarah berdirinya peta serta perkembangannya. Selain diorama, Traveler juga bisa melihat berbagai macam senjata yang pernah digunakan tentara PETA, seragam tentara PETA, foto-foto & benda peninggalan dari R Muhammad Mangoendiprodjo, Mantan gubernur pertama lampung sekaligus alumni tentara PETA dengan pangkat Daidancho (Komandan Batalyon) yang ikut andil dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945 sebagai pemimpin TKR di Surabaya.

Gedung Museum 1
Contoh seragam PETA berdasarkan pangkatnya
"Kesepakatan tokoh bangsa Indonesia"
"Kegiatan pelatihan tentara PETA"









Berbagai macam pistol
"Pemberontakan PETA di Blitar"
"Tipu muslihat Jepang terhadap Shodanco Moeradi"
"Peristiwa 16 Agustus di Rengasdengklok"









Koleksi milik Daidancho R Muhammad Mangoendiprodjo
Dari gedung sebelah kiri, saatnya Traveler melanjutkan perjalanan ke gedung sebelah kanan yang merupakan ruang diorama lanjutan. Selain beberapa lanjutan diorama, di gedung ini juga terdapat berbagai macam senjata rampasan yang pernah digunakan oleh tentara PETA mulai dari senjata senapan sampai senjata otomatis. Selain itu juga terdapat beberapa poster yang tulisannya berupa kata-kata yang dapat membangkitkan semangat perjuangan. Oh iya, di ruangan ini juga terdapat replika tandu yang pernah digunakan oleh Panglima Besar Jendral Sudirman pada saat beliau memimpin perang gerilya.

Gedung Museum 2
"Proklamasi Kemerdekaan RI"
"BKR cikal bakal TNI"









Berbagai macam senapan mesin
"Peristiwa Lapangan IKADA"
"Peristiwa serbuan Osha Butai"








Berbagai macam senapan mesin berat
Poster Perjuangan
Poster Perjuangan







Berbagai macam jenis senapan laras panjang
"Pemindahan markas AD Jepang di Jawa Timur"
"Ambarawa & Lahirnya Hari Juang Kartika TNI AD"







"Pemilihan Panglima Besar Tentara Rakyat"
Replika Tandu Jendral Sudirman
Jam Buka & Harga Tiket 

Museum ini Buka dari hari Senin sampai Kamis dari jam 08.00-14.00, Hari Jumat dari jam 08.00-11.00. untuk hari Sabtu, Minggu & hari libur besar buka sesuai dengan pemberitahuan.

Harga tiket Museum Rp. 10.000, Apabila Traveler membawa rombongan (minimal 25 orang) dimohon untuk mengajukan permohonan berkunjung kepada pengelola monumen & museum PETA (telp. 0251-8332 765). 

Akses menuju ke sana


Sebenernya akses ke Museum ini sangat mudah sekali, asalkan Traveler menggunakan KRL. Dari stasiun Bogor, Traveler bisa menggunakan angkot no 07. angkot ini akan melewati Museum jadi yang letaknya ada di kanan jalan dari arah Traveler. Kalau Traveler ingin ngebolang alias Jalan kaki juga bisa, karena menurut gw sih museum ini ngak terlalu jauh & sepanjang jalan banyak pohon yang lumayan besar jadi dalam perjalanan Traveler tidak terlalu kepanasan. Kalau ingin ngebolang, dari stasiun Traveler terus berjalan di kiri jalan menyusuri jalan Ir. H. Juanda (samping Istana Bogor) sampai nanti Traveler menemui pertigaan pos polisi belok kiri (Lebih tepatnya jalan Jend. Sudirman). Dari sini Traveler susuri jalan ini ngak usah belok-belok lagi sampai museum yang terletak di samping kiri Traveler. Kalau Traveler masih bingung juga, gampang di Taman topi terdapat Tourist Information Center dimana Traveler bisa menanyakan letak museum PETA.

Ingin mempelajari sejarah & perkembangan tentara PETA...????? yuk kunjungi Museum ini. Dijamin akan menambah pengetahuan sejarah perjuangan tentara bangsa ini.

1 comment:

  1. Ga ada yang nyaingin merinding nya ruangan bercak darah di lubang buaya pak..

    ReplyDelete