Thursday, August 13, 2015

Museum Minyak & Gas Bumi (MIGAS)


Kalau dengar dari namanya, Traveler pasti sudah bisa menebak museum apa ini. Museum yang terletak di kawasan Taman Mini & dibangun dalam rangka memperingati 100 tahun usaha pertambangan Minyak & Gas bumi Indonesia ini adalah museum yang bertemakan hal-hal yang berhubungan dengan pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam di Indonesia. Bangunan museum ini menyerupai anjungan minyak lepas pantai dan 2 buah gedung yang berbentuk seperti tanki timbun minyak bumi. Bangunan utama museum adalah gedung yang menyerupai anjungan minyak lepas pantai sedangkan 2 tanki timbun masing-masing memiliki tema yang berbeda dimana tanki timbun sebelah kanan digunakan untuk memamerkan kegiatan-kegiatan eksplorasi, eksploitasi dan produksi, sedangkan tanki timbun sebelah kiri direncanakan untuk memamerkan kegiatan-kegiatan pengolahan migas, pengangkutan dan dampak lingkungan. Namun pada saat gw berkunjung dua gedung diatas dalam keadaan terkunci, jadi review yang akan gw berikan untuk museum ini hanya gedung utama museum yang berbentuk seperti anjungan minyak lepas pantai. Diluar gedung, juga dipamerkan berbagai macam benda-benda peragaan asli yang pernah dipakai oleh perusahaan-perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi pada zaman dahulu.

Inside The Museum

Pada saat traveler masuk ke museum ini, Traveler akan disuguhkan pemandangan seolah-olah Traveler sedang memasuki sebuah anjungan minyak bumi lepas pantai dimana terdapat sebuah alat pompa minyak bumi yang terdapat di tengah-tengah danau Museum. Selain itu, Traveler juga bisa melihat berbagai macam alat-alat yang dulu pernah digunakan oleh perusahaan MIGAS yang ada di Indonesia.

Kilang Minyak Lepas Pantai
Setelah Traveler memasuki gedung Museum, di ruang utama terdapat sebuah diorama yang menggambarkan kegiatan migas dari hulu ke hilir yang dinamakan "Taman Minyak". Taman minyak ini merupakan ilustrasi kegiatan pengusahaan MIGAS yang ideal, dimana dalam satu wilayah tercakup semua kegiatan dari hulu hingga hilir. Tampak di diorama tersebut terlihat kegiatan sehari-hari dalam mencari, menemukan, memproduksikan, mengolah MIGAS, mengangkut dan mendistribusikan produk-produknya hingga dapat dimanfaatkan oleh umat manusia.

Ruang utama museum
Diorama kegiatan migas dari hulu ke hilir
Diorama kegiatan migas dari hulu ke hilir












Tidak jauh dari diorama taman minyak terdapat berbagai macam benda yang berhubungan dengan pertambangan minyak bumi seperti pahat bor intan yang digunakan terutama untuk mengebor lapisan batuan keras yang pernah digunakan di laut natuna, selubung yang pecah akibat semburan liar gas yang terjadi di daerah operasi hulu cirebon, Tong barrel yang semula digunakan untuk perdagangan anggur diabad pertengahan yang berubah fungsi menjadi alat ukur minyak bumi dan beberapa alat ukur & tempat BBM di Indonesia.

Pahat Bor intan
Selubung yang pecah


















Alat ukur minyak bumi
Alat ukur & tempat BBM






Produk-produk kilang unit pengolahan IV cilacap
Tidak jauh dari ruang utama museum yaitu disebelah kiri pintu masuk terdapat diorama yang sangat keren & menarik yang berbentuk sambungan dari lantai bawah ke lantai atas. Diorama ini adalah diorama "Peradaban Manusia". Dalam diorama ini dijelaskan mengenai peradaban manusia dari zaman purbakala sampai ke zaman masa depan yang digambarkan sangat bagus sekali. Diorama ini juga memiliki tombol penjelasan yang kalau Traveler tekan tombolnya maka diorama ini akan hidup & akan terdengar penjelasan mengenai diorama tersebut dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris & bahasa Indonesia.

Diorama peradaban manusia
Setelah melihat diorama mengenai perdaban manusia, ruangan berikutnya yang dikunjungi oleh Traveler adalah "Ruang Peranan" di ruangan ini dijelaskan mengenai peranan minyak & gas bumi yang tidak hanya sebatas bahan bakar saja, tetapi juga digunakan untuk hal-hal lainnya. Di ruangan ini juga dijelaskan bagaimana usaha umat manusia dalam pencarian minyak & gas bumi mulai daratan sampai dengan perairan. Di ruangan ini juga ada pohon minyak dengan berbagai produk pengolahan migas, model kilang minyak dari masa ke masa & contoh minyak mentah yang nantinya bisa dikonfersi sesuai dengan kebutuhannya mulai dari bahan bakar minyak, pelumas hingga sampai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga.

Ruang peranan
Berbagai macam model kilang minyak darat & laut
Model kapal tanker
Minyak bumi & produk olahannya











Dari ruangan peranan, ruangan berikutnya adalah Ruangan Sejarah yaitu ruangan yang memaparkan mengenai bagaimana perkembangan minyak bumi dari masa ke masa. Sesi pertama yang Traveler lihat adalah sesi introduksi dimana dalam sesi ini dijelaskan mengenai bagaimana awal pemanfaatan minyak bumi di Indonesia. Di bagian ini terdapat 2 buah lukisan & sebuah diorama yang menggambarkan bagaimana rakyat Indonesia memanfaatkan minyak bumi dalam perdagangan, peperangan & kehidupan sehari-hari.

 Sebagai hadiah kepada kaisar cina
Untuk menghalau musuh





Untuk keperluan sehari-hari
Pencarian minyak pertama indonesia

















Dari sesi introduksi, sekarang kita menuju ke Sesi pra komersil. Di sesi ini, Traveler akan melihat & mempelajari bagaimana kegiatan perminyakan yang dilakukan di Indonesia dari masa ke masa mulai dari masa pra kemerdekaan, masa pendudukan Jepang dan pada masa revolusi fisik. Selain beberapa keterangan & foto, di sesi ini juga terdapat sebuah pompa duplex yaitu pompa yang digunakan untuk membuat aspal curah, tangki cikar yang digunakan untuk mengangkut bensin dari depot ke pompa bensin dan diorama yang menunjukkan bagaimana cara pengolahan minyak mentah.

Sesi pra komersil
Sesi pra kemerdekaan
Sesi masa pendudukan jepang
Sesi revolusi fisik
Pompa duplex
Tangki cikar
Diorama proses pengolahan minyak
Setelah melewati ruangan diorama, ruangan berikutnya adalah Sesi masa pembenahan. Selain terdapat beberapa foto & penjelasannya, di ruangan ini juga terdapat berbagai macam model kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak & gas bumi.

Sesi masa pembenahan
Model 17500 LTDW tanker
Model M.T. GEUDONGDONG
Model LNG Aquarius
Ruangan terakhir yang Traveler kunjungi adalah Ruangan peranan migas dalam pembangunan jangka panjang. Di ruangan ini dijelaskan mengenai bagaimana perkembangan perusahaan migas dalam pembangunan negara Indonesia. Selain beberapa foto & penjelasannya, disini juga terdapat berbagai maket & diorama pusat fasilitas pengolahan migas di Indonesia dan lambang beberapa perusahaan minyak di dunia.

Maket Ladang gas arun
Diorama Pusat fasilitas pengolahan migas 
Lambang perusahan minyak di dunia
Selain beberapa foto & diorama, di museum ini juga terdapat sebuah audiovisual yang menampilkan penjelasan dari masing-masing sesi. Audiovisual tersebut terdapat di setiap ruangan namun pada saat gw datang tidak semua audiovisual dalam keadaan menyala jadi hanya sebagian saja. Selain itu yang menarik dari museum ini adalah adanya beberapa tombol lampu di setiap sesi & beberapa diorama. Tombol lampu ini selain berfungsi sebagai penerangan museum yang keadaannya agak gelap & kurang cahaya juga sebagai penunjuk di beberapa diorama (ada surprise nya loh dari tombol ini ^_^).

Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari hari Selasa sampai dengan Minggu dari jam 09.00-16.00. Untuk hari Senin yang jatuh pada hari besar, Museum ini tetap buka.

Harga Tiket: Rp. 2.000

Untuk rombongan Min. 30 orang :

Diskon 20% 

Akses menuju ke sana


Untuk Ke museum ini Traveler bisa melihat di artikel Museum Indonesia, karena Museum ini satu komplek dengan Museum Indonesia yaitu di TMII.

Jadi, ingin mengetahui perkembangan & sejarah MIGAS di Indonesia...??? maka museum ini wajib dikunjungi. Oh iya karena pada saat gw dateng pada hari biasa, anjungan eksplorasi & produksi ditutup. Mungkin hanya dibuka kalau ada rombongan besar or hari sabtu & minggu. Jadi kalau masih penasaran dengan isi dua anjungan tersebut, gw saranin datengnya pada hari weekend aja Selamat berkunjung.

No comments:

Post a Comment