Monday, December 14, 2015

Museum Serangga & Kupu-Kupu


Kalau dari namanya pasti Traveler sudah tau ini Museum apa. Museum yang terletak di kawasan Taman Mini ini adalah Museum yang bertemakan serangga & kupu-kupu. Di museum ini kita bisa mempelajari sejarah dari serangga & kupu-kupu beserta jenis-jenisnya yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dari sabang sampai merauke.

Inside The Museum

Sesuai dengan namanya, Museum ini memiliki koleksi berbagai macam serangga yang ada di Indonesia. Pada saat masuk lobby Museum, Traveler akan melihat sebuah lukisan yang terbuat dari berbagai macam kumbang yang ada di Indonesia serta sebuah peta penyebaran serangga Indonesia dimana di peta tersebut menjelaskan mengenai berbagai macam serangga yang ada di Indonesia beserta daerah dimana serangga tersebut ditemukan serta jenis serangga yang di temukan di daerah tersebut.

Lobby Museum
Peta Serangga Indonesia
Dari lobby Museum sekarang saatnya kita melihat koleksi pertama dari Museum ini yaitu Serangga. Koleksi serangga yang ada di Museum ini bermacam-macam mulai dari Serangga hutan sampai serangga yang ada di lingkungan sekitar kita. Koleksi serangganya antara lain seperti capung, belalang, lipas atau lebih kita kenal dengan nama kecoa, berbagai macam kumbang, kepik, lebah dan lain-lain. Di tempat ini kita juga bisa mengetahui berbagai macam serangga beserta tempat habitatnya seperti di persawahan atau di hutan yang ada di Indonesia.

Ruangan Koleksi serangga
Ketam Kenari
Kumbang Gitar









Berbagai macam jenis kumbang badak
berbagai macam jenis kumbang
Berbagai macam jenis kepik











Xylocopidae berbentuk tulisan Museum Serangga TMII
Dari koleksi serangga sekarang saatnya Traveler melihat koleksi kupu-kupu. Sama seperti di lobby utama, di ruangan ini juga terdapat peta penyebaran kupu-kupu di Indonesia. Untuk koleksi kupu-kupunya cukup beragam, disini kita bisa melihat berbagai macam jenis kupu-kupu mulai dari kupu-kupu indah, pieridae & danaidae dan lain-lainnya. Selain itu juga ada berbagai macam jenis kupu-kupu berdasarkan tempatnya seperti kupu-kupu Bantimurung & kupu-kupu yang berada di pekarangan.

Ruangan koleksi Kupu-kupu
Peta Kupu-kupu Indonesia
Koleksi berbagai jenis Kupu-kupu
Setelah melihat berbagai macam koleksi kupu-kupu, saatnya Traveler melihat secara langsung kupu-kupu tersebut berterbangan di Taman Kupu-kupu. Di taman ini, Traveler bisa melihat berbagai macam species kupu-kupu berterbangan di dalam taman ini. Tapi ingat, traveler tidak boleh menangkap atau menganggu kupu-kupu yang ada di dalam taman ini yah ^_^.

Taman Kupu-kupu
Taman Kupu-kupu
Taman Kupu-kupu











Sembari menuju pintu keluar, Traveler akan melihat sebuah kandang kecil yang didalamnya terdapat seekor kancil. Yups, kancil yang pintar & suka mencuri timun pak tani ini juga merupakan salah satu koleksi dari museum ini (yah walaupun ngak nyambung ^_^;). Selain itu juga terdapat kandang kepompong yang berisi kepompong kupu-kupu.

Kandang Kepompong
Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari hari Senin sampai dengan Minggu & hari besar dari jam 08.30-18.00.

Harga Tiket: Rp. 25.000 (sudah termasuk dengan Aquarium Air Tawar)

FYI, museum ini juga menyiapkan jasa bimbingan umum dalam mempeajari kehidupan serangga, Ruang audio visual, layanan kepustakaan dan bimbingan praktek untuk penangkaran & pelestarian serangga.

Akses menuju ke sana


Untuk Ke Museum ini Traveler bisa melihat di artikel Museum Indonesia, karena museum ini satu komplek dengan Museum Indonesia yaitu di TMII.

So...mau mempelajari tentang serangga & kupu-kupu..?? yuk main ke museum ini.

Saturday, November 28, 2015

Jakarta Museum Tour Guide (English)

Do you want to have different experience going to Museum in Jakarta...??? Maybe need company or guide to going there...??? Or you don't know how to get there cause you don't know the address...???  
Come on & Joint Jakarta Museum Tour which this tour will bring Traveler to visit several museums in Jakarta who wished to visit in a different way (on street & public transport not with a personal or rental car) Some of the package are:

-TMII (Indonesia Miniature in Park) package, consist of three package:

1. Low Package: Rp. 60.000/orang

2. Middle Package: RP. 75.000/orang

3. High Package: Rp. 80.000/orang

The equation of all package is Traveler visit Three Museum, The different is only depend of the package which that Traveler take

Old town Package (kota tua): Rp. 60.000/orang

Because in Old Town there are many museum, So Traveler only can pick Three Museum only (For Museum Bahari get charge Rp. 8.000/orang)

-Central Jakarta Package 1: Rp. 60.000/orang

Central Jakarta Package 1 consists of Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Museum Nasional, Museum Taman Prasasti & Monas

-Central Jakarta Package 2: Rp. 60.000/orang

Central Jakarta Package consists of Museum Kebangkitan Nasional, Museum M.H Thamrin, Gedung Sumpah Pemuda & Gedung Joang 45 (Maks. 3 That traveler could visit)

-South Jakarta Package: Rp. 60.000

South Jakarta Package consists of Museum Polri & Satria Mandala

The price above not including lunch. Only Museum ticket, Train Ticket & Public Transportation (The price & visiting hour of museum can change depending the situation & condition)

Tour open at Tuesday to Saturday & National Holiday and the schedule can also changed as there for some reason (Not all museum open on National Holiday so maybe Traveler can check first which one of the museum that open on National Holiday)

So...Interested..?? if you Interested and wanna give it try you can contact on:

Rifky: 087883418318 (Phone/WA)

           D3B6F17B (BBM)
       
Or can send email to: letsgo2museum@gmail.com 

Meeting Point: Sudirman Station

Payment only cash

Note: For cancellation please confirmed at least one day before the visiting day

My English not to good but not that bad at all so i will try my best to guide you all ^_^



This is me ^_^

Monday, November 2, 2015

Akuarium Air Tawar


Memang sih untuk tempat yang satu ini bukan dikategorikan sebagai sebuah museum, Tapi ngak ada salahnya dong kalo kita coba untuk kunjungi. Berdiri di tepian danau buatan & terletak di area Taman Mini ini adalah sebuah gedung akuarium yang menyimpan berbagai macam koleksi aneka biota air tawar.

Inside The Museum

Sebelum masuk ke gedung akuarium, Traveler melewati sebuah jembatan yang dibawahnya terdapat danau luas yang berisi berbagai macam ikan mas berbagai warna.

Danau Ikan Mas
Setelah melewati jembatan dan masuk kedalam Lobby, Traveler akan melihat sebuah aquarium yang berbentuk seperti sebuah lorong yang didalamnya terdapat berbagai macam ikan air tawar yang bisa Traveler lihat didalam aquarium yang berbentuk seperti sebuah lorong.

Lobby Museum
Aquarium Lorong
Setelah melewati aquarium berbentuk seperti lorong, Traveler akan melihat sebuah lorong kecil yang didalamnya terdapat Ruangan Kerabat Gurame yang berisi berbagai macam jenis Ikan Gurame yang ada di dunia. Setelah melewati lorong gurame, Traveler akan memasuki ruang pertama yang memiliki koleksi ikan-ikan air tawar dari berbagai jenis mulai dari Ikan Giant Arapaima, Ikan Paru Paru, Doradid Coklat, Ikan Huso, Ikan Dayung Amerika dan lain-lainnya. Oh iya tidak jauh dari ruangan ini terdapat sebuah ruangan Fish SPA.

Ruang Pertama
Aquarium Gurame
Aquarium Giant Arapaima
Fish SPA
Dari ruang awal, sekarang kita menuju ke ruangan yang dibuat seperti sebuah hutan. Ruangan ini dinamakan Ruang Peragaan Ekosistem Sungai. Sesuai dengan namanya ruangan ini berbentuk seperti sebuah sungai lengkap dengan bebatuan, tumbuh-tumbuhan sungai, ikan-ikan sungai & air terjun yang mengalir dari atas kebawah.

Peragaan ekosistem sungai
Peragaan ekosistem sungai
Dari ruang peragaan ekosistem sungai, Traveler akan memasuki lorong gelap yang berisi berbagai macam koleksi aquarium ikan air tawar mulai dari ikan macan, belida, ikan buta, ikan dolar perak, ikan piranha dan lain-lainnya. Tidak jauh dari lorong gelap, Traveler akan melihat sebuah kolam yang dinamakan Kolam Jamah. Disini Traveler bisa berinteraksi langsung dengan ikan-ikan yang ada di kolam tersebut (tapi jangan dibawa pulang yah ^_^;).

Lorong pertama
Aquarium Ikan Buta
Aquarium Ikan Dollar Perak










Aquarium Ikan Piranha
Kolam Jamah
Tidak jauh dari lorong aquarium pertama, Traveler akan melihat kembali sebuah peragaan yang diberi nama lahan basah Indonesia. Disini, Traveler akan melihat gambaran sebuah hutan basah yang tersebar di Indonesia termasuk ikan-ikan & tumbuhan yang ada didalamnya.

Peragaan alam basah Indonesia
Ruangan berikutnya adalah Ruangan Teater 4D & Ruangan Aquarium Nusantara. Ruangan Teater 4D adalah ruangan yang menampilkan film 4 dimensi yang berhubungan dengan dunia perikanan sedangkan ruangan aquarium Nusantara adalah ruangan yang menyimpan berbagai koleksi ikan-ikan yang ada di seluruh Indonesia dari sabang sampai merauke mulai dari Barbus dari Sumatera, Betok dari Jakarta, Pelangi dari Papua Barat dan lain-lainnya. Oh iya di ruangan ini juga terdapat aquarium pari motoro & belut listrik.

Aquarium Nusantara
Aquarium Pari Motoro
Aquarium Belut Listrik










Ruangan Teater 4D
Dari ruangan aquarium nusantara & teater 4D, ruangan berikutnya adalah lorong aquarium ke dua & peragaan kolam budi daya yang isinya hampir sama dengan ruangan sebelumnya dengan koleksi yang berbeda seperti bawal air tawar, patin albino, ikan pelangi dan lain-lain. Dan di ujung ruangan ini terdapat sebuah toko souvenir yang menjual berbagai macam ikan hias & barang-barang yang berhubungan dengan akuarium air tawar.

Kolam Budi Daya
Aquarium Bawal Air Tawar
Aquarium Leopard Tiger









Aquarium Patin Albino
Toko Souvenir
Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari hari Senin sampai dengan Minggu & hari besar dari jam 08.30-18.00.

Harga Tiket: Rp. 25.000 (sudah termasuk dengan Museum Serangga)

Selain itu, Akuarium Air Tawar juga memiliki berbagai acara khusus seperti pemberian makan pada beberapa akuarium & juga disediakan pakan untuk ikan yang bisa Traveler berikan kepada ikan yang ada di danau museum (lumayan buat menghilangkan stress ^_^).

Pakan Ikan
Akses menuju ke sana


Untuk Ke Museum ini Traveler bisa melihat di artikel Museum Indonesia, karena akuarium ini satu komplek dengan Museum Indonesia yaitu di TMII.

Yuk kita belajar mengenal biota air tawar di Akuarium Air Tawar Taman Mini

Wednesday, September 2, 2015

Museum Pusaka


Memang Indonesia itu kaya akan budayanya. Tidak hanya keseniannya saja, bahkan dari kerajinan tangan, bahasa, budaya, makanan sampai senjata tradisionalnya pun beraneka ragam. Nah untuk kali ini, kita akan membahas mengenai keanekaragaman senjata tradisional yang dimiliki oleh bangsa ini. Museum yang terletak di kawasan Taman Mini ini adalah museum yang menyimpan berbagai macam senjata Tradisional yang ada di seluruh Indonesia.

Inside The Museum

Museum Pusaka menyimpan ribuan koleksi pusaka senjata tradisional dari seluruh wilayah Indonesia. Memiliki misi melestarikan, merawat, mengumpulkan, serta menginformasikan senjata tradisional kepada generasi penerus agar merasa bangga terhadap warisan bangsanya. Museum ini merupakan pusat edukasi & studi tentang pusaka/senjata tradisional dari seluruh wilayah Indonesia. Pada mulanya koleksi museum ini merupakan hibah dari Ibu Dra. Sri Lestari Masagung yang merupakan pendiri dari Museum Tosan Aji yang terletak di Jalan Kwitang No. 13 jakarta Pusat. Hibah tersebut diberikan kepada Ibu presiden ke-2 kita yaitu Ibu Tien Soeharto yang pada saat itu memangku jabatan sebagai ketua badan pengelola dan pengembangan Taman Mini Indonesia Indah.

Lobby Museum
Museum ini terdiri dari dua lantai yang masing-masing lantai berisi berbagai macam pusaka/senjata tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pada saat Traveler masuk, Traveler akan menemukan berbagai macam senjata Tradisonal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari kepulauan Jawa, Bali, Kepulauan Sumatera, Kepulauan Kalimantan, Kepulauan Sulawesi dan lain-lain. Selain itu juga ada koleksi keris yang merupakan pusaka dari kerajaan Majapahit.

Pusaka asal Bali
Pusaka asal Sumatera


Pusaka Zaman Majapahit
Pusaka asal Kalimantan
Pusaka asal Sulawesi











Setelah melihat berbagai koleksi senjata dari berbagai daerah, selanjutnya Traveler bisa melihat berbagai macam koleksi pusaka dari zaman ke zaman, bentuk bilah pusaka dan macam-macam pusaka hasil temuan di desa Tangen, Sragen Jawa tengah.

Budaya Pusaka dari Zaman ke Zaman
Bentuk Bilah Pusaka
Pusaka hasil temuan di Desa Tangen, Sragen Jawa Tengah
Masih di lantai satu, Traveler bisa melihat berbagai macam koleksi jenis-jenis kayu yang digunakan untuk membuat ukiran, warangka, landeyan dan jagrak/standar. Tidak jauh dari koleksi jenis-jenis kayu, terdapat sebuah tempat yang diberi nama Besalen yaitu tempat mpu dan panjak (pembuat keris) untuk membuat keris/tosan aji lengkap dengan pijar apinya. Adapun peralatan yang terdapat di besalen ini diantaranya Ububan yaitu alat yang berfungsi sebagai sumber tenaga angin, Pipa yang berfungsi sebagai penghubung (saluran) antara Ububan dengan Perapen, Paron atau palu yang berfungsi untuk membentuk model keris, Perapen atau perapian yang berfungsi sebagai landasan pada saat menempa besi dan Kowen yang berfungsi untuk menyepuh keris yang merupakan tahap akhir dari proses pembuatan sebuah keris. Tidak jauh dari Besalen terdapat 3 buah kursi yang dulu digunakan pada zaman pemerintahan Pakubuwuno ke 10 yang berkuasa sekitar tahun 1893 sampai 1939.

Koleksi Jenis-Jenis kayu
Besalen
Kursi-kursi zaman Pakubuwono X
Setelah Traveler mengelilingi ruang pamer di lantai 1, sekarang saatnya Traveler menuju ke lantai 2 museum. Di lantai 2 menampilkan berbagai koleksi-koleksi diantaranya koleksi Dapur Pusaka yaitu koleksi yang menyajikan berbagai macam dapur atau ragam bentuk yang dapat mewakili dari jumlah dapur yang ratusan jumlahnya, Tangguh Pusaka yang menyajikan pusaka dari bermacam-macam tangguh atau jaman serta penjelasannya, Pamor Pusaka yang menyajikan berbagai macam keindahan pamor serta penjelasan dan arti dari pamor, macam-macam koleksi pusaka dari pameran World Expo Shangai China 2010 hibah dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan berbagai macam berita yang berhubungan dengan pusaka. Selain koleksi diatas, di lantai 2 juga disimpan berbagai macam jenis tombak & mata tombak.

Lantai 2 Museum
Display Introduksi
Dapur Pusaka






Koleksi Tombak
Tangguh Pusaka
Pamor Pusaka

Koleksi dari World Expo Shanghai China 2010
Selain menyimpan berbagai koleksi benda pusaka, museum ini juga rutin mengadakan Pameran Temporer setiap dua bulan sekali dengan tema yang berbeda tiap bulannya dimana bulan Februari pameran temporer pusaka nusantara, bulan April pameran temporer keris sepuh & unik, di bulan Juni pameran keris Bali & Lombok, bulan Agustus pusaka Walisongo, Oktober keris majapahit dan pameran temporer keris Sumatera kalimantan & Sulawesi di bulan Desember. Museum ini juga memiliki fasilitas Ruang konservasi & preservasi yang berfungsi sebagai ruang perawatan/jamasan pusaka, membuat & perbaikan warangka serta peneletian pusaka dan Ruang Bursa & cenderamata yang menyajikan bursa & perlengkapan pusaka, cenderamata serta menjadi tempat bertemunya para kolektor pusaka.

Pameran Temporer pusaka Walisongo
Selain mengadakan pameran temporer tiap bulannya, Museum ini juga suka mengadakan acara Pekan Suro tiap tahunnya yaitu perayaan Tahun Baru Islam dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memohon keikhlasan, ketentraman dan keselamatan bagi orang yang menyelenggarakannya, kegiatan ini menjadi tradisi seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyrakat Jawa. Adapun kegiatan tersebut diantaranya Kirab Pusaka, Ruwatan Masal, Pameran & Bursa Keris, Workshop Jamasan & Pembuatan Warangka, Diklat Jamasan, Sarasehan Dan lain-lain.

Jam Buka & Harga Tiket

Museum ini buka dari hari Senin sampai dengan Minggu & hari besar dari jam 09.00-16.00.

Harga Tiket: Rp. 10.000

Selain itu museum ini juga menerima jasa pelayanan pembuatan sertifikat keris, jamasan/perawatan dan konsultasi keris dengan kurator museum pusaka.

Akses menuju ke sana


Untuk Ke museum ini Traveler bisa melihat di artikel Museum Indonesia, karena Museum ini satu komplek dengan Museum Indonesia yaitu di TMII.

So...tertarik untuk mengkoleksi senjata tradisional atau ingin melihat koleksi senjata tradisional dari seluruh Nusantara...??? Maka kunjungilah Museum ini, Enjoy.